Holistik adalah saduran kata dari bahasa Inggris yaitu “Holistic” yang menekankan pentingnya keseluruhan dan saling keterkaitan dari bagian-bagiannya.Jika kata holistik ini dipakai dalam rangka pelayanan kepada orang lain yang membutuhkan maka mempunyai arti layanan yang diberikan kepada sesama atau manusia secara utuh, baik secara fisik, mental, sosial dan spiritual mendapat perhatian yanseimbang Kembali pada hakekat penciptaan, Tuhan menciptakan manusia itu tidak hanyamemperhatikan fisiknya saja, atau mentalnya saja, atau sosialnya saja atau bahkan hanyaspiritualnya saja. Tetapi utuh. Keutuhan ciptaan Allah kepada manusia ini yang kemudian menjadi background dikembangkanya pelayanan pastoral kepada manusia.

Motivasi: tujuan memnuhi kebutuhn dan motivator, berkiatn dengan tingkat kematangan dan gaya kepemimpinan yg sesuai, untuk memnuhi kebuthan dan memudahkan menjdi motivator.  Demikian pula jika kita ingin memberikan layanan kepada orang lain yang membutuhkan, kita perlu mendasarkan pelayanan kita kepada keutuhan empat aspek tersebut. Aspek fisik, mental, sosial dan spiritual.

HOLISTIK Manusia adalah suatu ketunggalan yang menghargai , menghayati dan pada dasarnya aktif, punya tujuan serta harga diri. Karena itu. Walaupun dalam penelitian boleh saja di lakukan analisis rinci mengenai bagian-bagian dari jiwa manusia, namun dalam penyimpulannya, manusia harus di kembalikan dalam satu kesatuan utuh. Pandangan ini dinamakan Pandangan Holistik ( Whole = Menyeluruh ). Psikologi holistik bersifat saling berkait antara satu sama lain sebagai suatu sistem bersepadu yang menyeluruh, bukan sekadar menyentuh aspek-aspek tertentu saja

Logoterapi ini sangat erat kaitannya dengan SQ, yang bisa kita kelompokkan berdasarkan situasi-situasi berikut ini:

  1. Ketika seseorang menemukan dirinya (self-discovery). Sa’di (seorang penyair besar dari Iran) menggerutu karena kehilangan sepasang sepatunya di sebuah masjid di Damaskus. Namun di tengah kejengkelannya itu ia melihat bahwa ada seorang penceramah yang berbicara dengan senyum gembira. Kemudian tampaklah olehnya bahwa penceramah tersebut tidak memiliki sepasang kaki. Maka tiba-tiba ia disadarkan, bahwa mengapa ia sedih kehilangan sepatunya sementara ada orang yang masih bisa tersenyum walau kehilangan kedua kakinya.
  2. Makna muncul ketika seseorang menentukan pilihan. Hidup menjadi tanpa makna ketika seseorang tak dapat memilih. Sebagai contoh: seseorang yang mendapatkan tawaran kerja bagus, dengan gaji besar dan kedudukan tinggi, namun ia harus pindah dari Yogyakarta menuju Singapura. Di satu sisi ia mendapatkan kelimpahan materi namun di sisi lainnya ia kehilangan waktu untuk berkumpul dengan anak-anak dan istrinya. Dia menginginkan pekerjaan itu namun sekaligus punya waktu untuk keluarganya. Hingga akhirnya dia putuskan untuk mundur dari pekerjaan itu dan memilih memiliki waktu luang bersama keluarganya. Pada saat itulah ia merasakan kembali makna hidupnya.
  3. Ketika seseorang merasa istimewa, unik dan tak tergantikan. Misalnya: seorang rakyat jelata tiba-tiba dikunjungi oleh presiden langsung di rumahnya. Ia merasakan suatu makna yang luar biasa dalam kehidupannya dan tak akan tergantikan oleh apapun. Demikian juga ketika kita menemukan seseorang yang mampu mendengarkan kita dengan penuh perhatian, dengan begitu hidup kita menjadi bermakna.
  4. Ketika kita dihadapkan pada sikap bertanggung jawab. Seperti contoh di atas, seorang bendahara yang diserahi pengelolaan uang tunai dalam jumlah sangat besar dan berhasil menolak keinginannya sendiri untuk memakai sebagian uang itu untuk memuaskan keinginannya semata. Pada saat itu si bendahara mengalami makna yang luar biasa dalam hidupnya.
  5. Ketika kita mengalami situasi transendensi (pengalaman yang membawa kita ke luar dunia fisik, ke luar suka dan duka kita, ke luar dari diri kita sekarang). Transendensi adalah pengalaman spiritual yang memberi makna pada kehidupan kita.

Salah satu bentuk penyembuhan kuno yang mengusung konsep keholistikan ini adalah Ayurveda, yang berakar dari tradisi India kuno. Ketika seseorang mengalami sakit tertentu, maka akan dilakukan berbagai pendekatan, mulai dari pemberian herbal, memintanya untuk melakukan meditasi, berdoa, dan juga menyerap prana dari alam semesta. Kerangka dasar dari Ayurveda adalah menyeimbangkan 5 unsur dasar yang mempengaruhi manusia, yaitu : tanah, air, udara, api, dan eter.

Terapi Kesehatan dengan Konsultasi dan Pendekatan Holistik

Dalam terapi holistik, pendekatan dengan konsultasi merupakan alat yang sangat penting. Konsultasi dapat bermanfaat untuk mengenai kisah di balik gejala penyakit yang dialami oleh pasien. Beberapa pertanyaan di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Mengapa pasien memutuskan untuk berkonsultasi?
  2. Masalah apa yang dirasakan oleh pasien?
  3. Apakah rasa takut pasien mungkin merupakan penyebab masalahnya?
  4. Apa yang pasien harapkan setelah berkonsultasi?

Dengan menggunakan pertanyaan yang tepat, sebagai contoh yang telah disebutkan di atas maka pendekatan yang dilakukan lebih holistik. Terapi holistik mengharuskan seorang penyembuh mempunyai kemampuan mendengar dan berkomunikasi dengan baik sehingga benar-benar mengetahui kondisi pasien dengan lebih utuh. Oleh karena itu pula, pasien pun harus bersikap kooperatif dengan penyembuh. Dengan kata lain terapi holistik membutuhkan interaksi yang benar-benar jujur.

sumber

Jalaluddin Rakhmat dalam Danah Zohar, SQ – Memanfaatkan Kecerdasan Spiritual dalam Berpikir Integralistik dan Holistik untuk Memaknai Hidup, Mizan, Jakarta, 2000.

http://www.psychologymania.net/2010/03/mazhab-aliran-dalam-psikologi.html

Advertisements